Artikel dan Berita Tentang Belitung

BelitungIsland.COM Article and News
Add to bookmarkAdded

Nirok Nanggok, Tradisi Masyarakat Belitung Selatan Saat Musim Kemarau Panjang

Asep Irwan Gunawan 11/08/2019

Dengan membawa sebuah alat bernama tirok dan tanggok, masyarakat Desa Belantu, Kemiri, kemudian beramai-ramai datang ke sebuah sungai untuk mencari ikan. Kegiatan mencari ikan yang dilakukan masyarakat Desa Belantu yang terdapat di Pulau Belitung sebelah Selatan ini memang bukan sekedar acara biasa. Pasalnya, kegiatan mencari ikan yang dilakukan secara massal di musim kemarau panjang tersebut sudah melegenda dan diagendakan secara rutin setiap tahunnya. Tapi seperti apakah tradisi Nirok Nanggong ini dijalankan? Berikut penjelasannya.

Fenomena Sungai yang Surut Karena Kemarau dan Kegiatan Menangkap Ikan


http://www.belitungisland.com

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa Nirok Nanggok adalah tradisi yang dilakukan pada musim kemarau panjang. Akibat kemarau panjang yang terjadi pada bulan Agustus hingga September ini, membuat banyak sungai di Belitung mengalami penyurutan debit air secara drastis. Nah dari kondisi sungai yang surut inilah kemudian didapati banyak ikan yang mudah didapat karena berkumpul atau terjebak dalam lembong. Dari kejadian berulang-ulang setiap tahunnya berwujud kemarau panjang yang membuat rawa-rawa dan sungai mengering tersebut kemudian ditetapkan agenda acara Nirok Nanggok. Untuk mendapatkan ikan di sungai saat tradisi Nirok Nanggok sendiri dibutuhkan dua alat yaitu tirok dan tanggok. Dua alat inilah yang memang kemudian dijadikan penamaan untuk tradisi unik di Belitung tersebut. Tirok sendiri adalah alat yang berwujud secamam tongkat kayu dengan dipasang mata tombak pada bagian pangkalnya. Sementara itu Tanggok adalah alat yang terbuat dari rotan dan berwujud semacam jala kecil untuk menangkap ikan. Dengan kedua alat tersebut nantinya para warga masyarakat akan terjun ke sungai untuk mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya.

Acara Sakral dengan Melalui Tahapan Panjang dan Berbagai Peraturan


http://www.belitungisland.com

Acara Nirok Nanggok memang bukan acara menangkap ikan seperti biasanya. Tapi dalam agenda Nirok Nanggok, ada sebuah tahapan dan beberapa aturan yang ditetapkan. Tidak hanya itu karena merupakan sebuah tradisi atau upacara adat, maka Nirok Nanggok ini terbilang sakral. Ini karena saat diadakan, Nirok Nanggok menghadirkan Dukun Kampong dan Dukun Air sebagai pemimpin acara dan juga dihadiri para pemuka kampong. Bagian paling sakral dari acara Nirok Nanggok sendiri adalah ketika dukun kampong memanjatkan doa sebagai perwujudan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang telah diperoleh melalui alam semesta.

Tahapan Sebelum Prosesi Nirok Nanggok


http://www.belitungisland.com

Secara umum dalam tradisi dan acara Nirok Nanggok sendiri ada dua tahapan yang bisa didapati. Tahapan pertama adalah proses sebelum pelaksanaan, sedangkan tahapan kedua yakni proses ketika Nirok Nanggok berlangsung. Pada tahapan pertama yaitu sebelum pelaksanaan maka Dukun Kampung dan Dukun Air akan menentukan waktu dan tanggal terbaik untuk pelaksanaan acara Nirok Nanggok. Setelah itu Dukun Kampung dan Dukun Air akan menentukan dan meninjau lokasi yang tepat untuk penyelenggaraan Nirok Nanggok. Memang tidak semua sungai/lembong/amau yang surut bisa digunakan untuk acara. Sebab hanya sungai yang surut dan memiliki banyak ikan saja yang bisa digunakan untuk acara Nirok Nanggok. Nah orang yang mengetahui keberadaan sungai yang memiliki ikan tersebut hanyalah Dukun Kampung dan Dukun Air. Setelah itu sebelum benar-benar digelar, maka Dukun Kampung dan Dukun Air akan memberi tahu masyarakat untuk menyiapkan alat Tirok dan Tanggok untuk acara.

Tahapan Saat Acara dan Prosesi Nirok Nanggok


http://www.belitungisland.com

Menuju tahapan kedua dari Nirok Nanggok yaitu ketika acara dilangsungkan. Jadi saat Nirok Nanggok dijalankan maka warga masyarakat baik pria maupun wanita serta anak-anak akan berkumpul di tempat atau sungai yang telah ditentukan dengan membawa perlengkapan yang telah disiapkan. Sebelum turun ke sungai, warga akan menunggu terlebih dahulu Dukun Kampung dan Dukun Air memanjatkan doa. Doa yang dipanjatkan Dukun Kampung dan Dukun Air ini adalah supaya acara Nirok Nanggok berlangsung lancar dan semua masyarakat terhindari dari kejadian yang bersifat negatif. Dalam acara Nirok Nanggok ini memang bisa saja terjadi hal buruk seperti tirok yang mengarah ke kaki atau adanya ular dan binatang berbahaya yang salah tangkap. Setelah doa telah dipanjatkan oleh Dukun Air dan Dukun Kampung, maka inti acara dari Nirok Nanggok yaitu mencari ikan ke sungai bisa dilakukan oleh warga masyarakat dengan bersama-sama turun ke sungai.

Penggunaan Buah Pinang dan Daun Sirih dalam Nirok Nanggok

Hal menarik lain yang bisa kita dapati dari acara Nirok Nanggok adalah adanya penggunaan buah pinang dan daun sirih. Untuk mengusir gangguan makhluk-makhluk gaib saat pelaksanaan dan untuk memohon keselamatan dalam acara Nirok Nanggok ini memang buah pinang dan daun sirih ini dipercaya sejak lama dan turun-temurun. Buah pinang yang ada sendiri akan dibungkus dengan daun sirih untuk kemudian ditaruh di lokasi acara Nirok Nanggok hingga acara usai. Penggunaan buah pinang yang dibungkus daun sirih ini juga menjadi syarat untuk dilaksanakan Nirok Nanggok. Jadi bila tidak ada buah pinang dan daun sirih ini maka Nirok Nanggok akan batal atau gagal dilaksanakan.

Akhir Acara Nirok Nanggok

Akhir dari acara Nirok Nanggok ini adalah ketika sudah didapati wadah yang sudah penuh dengan ikan. Ada juga masyarakat yang akan terus mencari ikan bila targetnya yang diinginkan belum didapatkan. Ikan yang paling dicari dan diincar oleh warga masyaralat dalam acara Nirok Nanggok ini adalah ikan Baung. Banyaknya orang yang mengincar ikan Baung dalam Nirok Nanggok ini dikarenakan ikan Baung ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Kandungan yang tinggi protein dan omega 3 serta rendah lemak ini menjadi tanda bahwa ikan Baung memang sangat menyehatkan bila dikonsumsi. Dari sinilah maka ikan Baung pun selalu menjadi incaran warga masyarakat setiap Nirok Nanggok digelar.

Suka Cita Warga Masyarakat

Dalam tradisi Nirok Nanggok ini ada sebuah pemandangan menarik yang bisa disaksikan. Pemandangan menarik tersebut adalah adanya hiruk pikuk warga masyarakat yang bertemu di satu tempat dan bercengkerama satu sama lain. Apalagi saat acara inti yakni mencari ikan di sungai sudah dimulai, maka suasana pun akan semakin meriah. Suka cita dan gembira dari masyarakat Desa Belantu ketika Nirok Nanggok ini sudah dimulai, akan sangat terasa bila kita berada di sana. Hati yang diliputi perasaan gembira ini akan menutupi segala masalah yang ada dan sedang dialami seseorang. Dalam acara Nirok Nanggok sendiri masyarakat memang dibebaskan mencari ikan sebanyak-banyaknya. Namun meski demikian dalam acara tersebut juga dijunjung tinggi usaha pelestariannya dengan tidak mengambil semua ikan yang didapat untuk sebagian diantaranya akan di lepas kembali ke sungai.

Fungsi dan Tujuan Nirok Nanggok

Selain sebagai perwujudan rasa syukur atas pemberian rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa, penyelenggaraan Nirok Nanggok ini dihadirkan dengan tujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi setempat. Fungsi dan tujuan lain dari Nirok Nanggok adalah untuk menjaga kekompakan dan persatuan warga masyarakat Desa Belantu. Saat hampir semua warga desa berkumpul, maka akan ada sosialisasi yang berlangsung dengan kuat di sana. Dari sinilah maka rasa persaudaraan antar warga masyarakat pun akan terpupuk semakin tebal.


Comments


Tulis komentar artikel ini