Artikel dan Berita Tentang Belitung

BelitungIsland.COM Article and News
Add to bookmarkAdded

Batu Satam, Batu Langka dari Belitung yang Terbentuk dari Meteor

Asep Irwan Gunawan 5/11/2019

Berada di sebuah daerah tertentu memang akan sangat tepat dan menarik bila kita kemudian bisa mendapatkan sesutau yang khas dari tempat tersebut. Nah, bila Anda sedang atau akan ke Belitung, ada sebuah benda khas setempat yang sangat spesial bila bisa Anda miliki. Benda khas Belitung dan hanya ada satu-satunya di Indonesia tersebut adalah Batu satam. Batu satam memang sangat sangat khas dari Belitung. Hal ini terlihat dari penetapan batu satam ini sebagai ikon Tanjung Pandan sebagai ibu kota Belitung.

Batu Langka nan Istimewa


http://www.belitungisland.com

Batu satam ini memang terbilang sangat istimewa. Pasalnya, batu satam adalah satu-satunya jenis batuan di Indonesia yang hanya ditemukan di Belitung. Di dunia sendiri, batu satam ini hanya ada dibeberapa tempat saja seperti di Australia dan Cekoslowakia. Batuan ini sendiri termasuk batuan langka. Ini karena batuan ini terbentuk dari proses alam jutaan tahun lalu yang tidak biasa yaitu karena adanya reaksi dari antara batu meteor yang jatuh ke bumi dengan lapisan bumi yang mengandung timah. Seperti kita tahu bahwa kandungan timah di Belitung ini memang sangat besar. Dari sinilah kemudian muncul batu Satam yang indah dan banyak diburu para kolektor batu di seluruh dunia.

Penemuan dan Penelitian Batu Satam


http://www.belitungisland.com

Menilik riwayatnya, Batu Satam ini pertama kali ditemukan oleh penambang timah beretnis China di tahun 1973 pada kedalaman 50 meter di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung. Karena penemuan oleh orang Tionghoa inilah kemudian muncul nama Satam. Nama Satam ini memang berasal dari bahasa Cina yang terdiri dari dua kata yakni “Sa” yang artinya pasir dan “Tam” yang bermakna “empedu”. Dari sini maka Satam berarti empedu pasir. Namun oleh ilmuan lain dari Belanda bernama Ir. N. Wing Easton yang melakukan penelitian ditahun 1922, batu Satam ini diberi nama Billitonite. Istilah lain yang muncul untuk nama batuan meteor ini adalah Taktite yang diberikan oleh para ilmuan. Batuan ini memang begitu menarik sehingga banyak ilmuan yang menelitinya. Beberapa institusi ilmiah yang meneliti dan menguji batuan Satam adalah Fakultas MIPA Universitas Padjajaran dan Laboratorium Kimia Mineral dan Lingkungan. Berdasarkan penelitian tersebut didapati bahwa batuan satam memang terbentuk dari perpaduan dari timah dengan meteor yang jatuh ke bumi sekitar 700 ribu tahun lalu.

Ciri Umum dan Ciri Asli Batu Satam


http://www.belitungisland.com

Batu Satam memang berbeda dengan batuan lainnya. Pada umumnya batu yang ditemukan sekitar 50 meter di bawah permukaan tanah ini memiliki ciri bagian luar yang tidak rata dan berlekuk-lekuk seperti dihiasi ukiran. Namun pada bagian dalamnya kita akan mendapati hal sebaliknya yaitu halus, rata seperti kaca berwarna hitam. Sementara itu untuk bentuk awalnya sebelum dipoles pengrajin terbilang variatif, ada yang bulat, lonjong hingga tak beraturan. Untuk mendapatkan batu satam yang asli maka Anda harus teliti dan cermat. Nah berikut ini adalah beberapa ciri batu satam yang asli tersebut.

1. Adanya guratan pada batuan satam dengan ukuran besar. Tapi pada batuan satam yang sudah dipotong menjadi kecil maka jarang sekali didapati guratan. Jadi dari sini Anda harus berhati-hati dan tidak boleh salam paham saat akan membelinya. 2. Ukuran batu satam yang paling besar yakni 15 cm. Jadi bila mendapati ukuran batu satam yang lebih dari 15 cm perlu dipertanyakan keasliannya. 3. Bila Anda akan membeli batu satam dengan ukuran yang tipis maka bila diberikan cahaya senter akan menampakkan warna hijau. Tapi bila batuan satam tersebut berbentuk bulat maka akan sulit untuk mengujinya dengan senter. 4. Warna batu satam yang asli adalah sangat hitam pekat yang didukung dengan permukaan yang mengkilap. Semakin mengkilap batu satam maka akan semakin tinggi harganya.


http://www.belitungisland.com

Batu Satam sebagai Souvenir Khas Belitung

Batu satam ini memang sangat khas dari daerah Belitung. Maka dari itu tidak sedikit pengunjung yang datang ke Belitung kemudian menjadikan batu satam sebagai souvenir yang ingin dibawa pulang. Batu satam sendiri memang menjadi barang yang banyak dicari dan diburu, terutama oleh para kolektor. Ini katena batu satam ini memang memiliki beberapa unsur seperti keindahan, keunikan dan kandungan magnet yang tidak dimiliki batu-batu lainnya. Tidak hanya itu, beberapa orang bahkan menganggap dan meyakini bahwa batu satam punya kekuatan tersendiri yang kemudian bisa digunakan untuk beberapa keperluan seperti penolak jin, setan serta penangkal racun. Untuk bisa mendapatkan batu satam dengan harga yang lumayan, Anda bisa mendatangi pusat kerajinannya yang ada di Pangkal Lalang, Tanjung Pandan, Belitung. Para pengrajin batu satam di Pangkal Lalang, Tanjung Pandan memang mendapatkan bahan batu satam ini langsung dari para penambang timah.


http://www.belitungisland.com

Pengrajin dan Penambang Batu Satam

Bicara mengenai para penambang satu satam ini memang akan ada bermacam-macam ragamnya. Tidak hanya mengenai harganya, tapi cara mendapatkannya pun terbilang unik. Ini karena banyak penambang yang mendapatkannya secara tidak sengaja. Sementara bila mereka mencarinya dengan sengaja, maka tidak jarang malah tidak mendapatkan batu satam. Untuk mendapatkan batu satam ini memang diakui para penambang terbilang sulit. Ini karena untuk mendapatkannya penambang harus mencarinya di bekas penambangan, itupun tidak semua spot atau area penambangan yang memiliki kandungan batu tersebut. Batu satam yang dijual para penambang sendiri dengan dua jenis yakni menjual apa adanya ketika pertama kali ditemukan atau menjualnya setelah menggosoknya. Sedangkan untuk para pengrajin batu satam biasanya akan menilai harga batu satam dari ukuran dan kualitas bagus-tidaknya. Batu satam sendiri bisa dibeli pengrajin dari para penambang dengan harga hingga jutaan rupiah. Setelah mendapatkan batu satam dari para penambang, para pengrajin akan langsung mengerjakan pembentukan batu satam agar terlihat lebih cantik. Biasanya batu satam ini dibentuk pengrajin menjadi berbagai macam hal seperti perhiasan, tasbih atau juga tongkat komando untuk kalangan militer.

Pemasaran Batu Satam

Setelah membentuknya menjadi bentuk yang lebih cantik, pengrajin akan menjualnya pada konsumen. Harga batu satam dari pengrajin ini tentu lebih mahal dari harga penambang, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Harga batu satam yang mahal ini memang lumrah. Ini karena keberadaan batu satam yang langka dan sulit ditemukan. Pemasaran batu satam Belitung sendiri bukan hanya di Indonesia saja. Tapi batu satam Belitung ini juga banyak diminati oleh pangsa pasar mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang dan Hongkong. Mengenai harganya, batu satam terbilang selalu stabil, tidak seperti harga batu akik yang naik turun. Istilahnya harga batu satam ini tidak mengenal musim sehingga Anda tetap bisa mendapatkan harga yang tinggi bila ingin menjualnya lagi pada orang lain.


Comments


Tulis komentar artikel ini